Tugas Resume Day 4
Di Indonesia, personal branding dapat diartikan sebagai proses membangun dan mempromosikan citra diri yang unik, konsisten, dan bernilai positif. Personal branding bukan sekadar bagaimana seseorang dikenal, tetapi juga bagaimana ia dapat memberikan pengaruh dan manfaat kepada orang lain.
Untuk membangun personal branding yang kuat, terdapat beberapa kriteria penting, yaitu:
-
Menentukan tujuan dan audiens →siapa target
Identifikasi nilai unik → apa yang membedakan dari yang lain
Membangun online presence
-
Membangun jaringan (networking)
-
Konsistensi dan otentisitas
Saat ini, personal branding juga banyak digunakan oleh tenaga medis untuk memperkuat peran mereka di masyarakat. Melalui personal branding yang baik, tenaga medis mampu memberikan edukasi dan informasi kesehatan dengan cara yang lebih mudah diterima, dipercaya, dan dipahami oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum memiliki banyak pengetahuan tentang dunia kesehatan.
Dengan demikian, personal branding bukan hanya bermanfaat bagi perkembangan karier tenaga medis itu sendiri, tetapi juga memiliki dampak sosial dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat Indonesia.
Materi 2
Pemateri : Dr. Nuh Huda, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB
Pengenalan Organisasi Profesi
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berdiri pada tanggal 17 Maret 1974, lahir dari serangkaian gagasan dan perjuangan para tokoh keperawatan yang sebelumnya tergabung dalam berbagai organisasi keperawatan yang berdiri sendiri-sendiri. Kehadiran PPNI menjadi tonggak sejarah penting dalam penyatuan profesi perawat di Indonesia.
Struktur organisasi PPNI terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Pengurus Wilayah (Provinsi), Pengurus Daerah, hingga Komisariat di tingkat fasilitas layanan kesehatan maupun institusi pendidikan.
PPNI memiliki visi untuk menjadi profesi yang disayangi anggota, dicintai pemerintah, dan diperhitungkan oleh organisasi lainnya. Guna mewujudkan visi tersebut, PPNI menjalankan misi antara lain:
-
Melakukan penguatan kepengurusan pada setiap level, termasuk badan dan kelembagaan.
-
Mengupayakan serta mengutamakan kepentingan anggota dalam berbagai aspek, baik profesional, hukum, maupun kesejahteraan.
Peran dan fungsi PPNI diwujudkan melalui:
-
Penetapan standar kompetensi perawat.
-
Pengembangan kode etik keperawatan.
-
Continuing Professional Development (CPD) atau pengembangan profesional berkelanjutan.
Sebagai organisasi profesi, PPNI berfungsi sebagai pemersatu, pengatur, pembina, pengembang, dan pengawas praktik keperawatan di Indonesia.
Selain itu, PPNI menaungi berbagai ikatan dan himpunan perawat spesialis, antara lain:
-
HIPPII (Himpunan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi Indonesia)
-
HIMPONI (Himpunan Perawat Onkologi Indonesia)
-
HIPANI (Himpunan Perawat Anastesi Indonesia)
-
HIPEGI (Himpunan Perawat Endoskopi Gastrointestinal Indonesia)
-
HIPENI (Himpunan Perawat Neurosains Indonesia)
-
HIPERCCI (Himpunan Perawat Critical Care Indonesia)
-
HIPERUDI (Himpunan Perawat Udara Indonesia)
-
HIPGABI (Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia)
-
HIPKABI (Himpunan Perawat Kamar Bedah Indonesia)
-
HIPMEBI (Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia)
Dalam menjalankan profesinya, perawat berpegang pada Kode Etik Keperawatan, yang meliputi:
-
Etika perawat terhadap klien → menjunjung tinggi martabat, hak, dan kebutuhan pasien.
-
Etika perawat dalam praktik → menjaga profesionalisme, kompetensi, dan tanggung jawab.
-
Etika perawat terhadap masyarakat → ikut serta dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara luas.
Materi 3
Pemateri : Dr. Yanis Kartini, S.KM., M.Kep
Pengenalan Kehidupan Kampus
Empowering with Vision → Mahasiswa diberdayakan untuk mencapai arah dan tujuan yang jelas.
Values-Driven Innovation → Inovasi lahir dari nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi.
For a Sustainable Future → Proses belajar diarahkan untuk menghasilkan inovasi berkelanjutan demi masa depan yang lebih baik.
Visi Program Studi S1 Keperawatan adalah:
“Menjadi lembaga keperawatan yang menghasilkan lulusan Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners terkemuka di ASEAN, unggul di bidang keperawatan, berjiwa wirausaha, serta berjati diri Islami.”
Untuk mewujudkan Visi tersebut, program studi memiliki Misi sebagai berikut:
-
Melaksanakan pendidikan keperawatan yang menekankan pada penyelesaian masalah secara komprehensif, terbuka, dan santun.
-
Melaksanakan penelitian berbasis keperawatan komunitas guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Materi 4
Pemateri : Dr. Yurike Septianingrum, S.Kep., Ns,. M.Kep
Etika Komunikasi dan Bermedia Sosial
Nilai adalah sebuah konsep abstrak dalam diri manusia yang menjadi pedoman mengenai apa yang dianggap baik, benar, dan pantas. Nilai berfungsi sebagai dasar dalam menentukan sikap maupun tindakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya dapat diartikan sebagai adat istiadat, kebiasaan, serta perilaku sehari-hari yang berkembang dalam kehidupan manusia saat berinteraksi dengan lingkungannya. Budaya menjadi ciri khas suatu kelompok masyarakat sekaligus pedoman hidup bersama.
Etika adalah aturan atau tata krama yang mengatur perilaku manusia terkait akhlak, hak, dan kewajiban. Etika menjadi landasan agar hubungan antarindividu maupun kelompok dapat berjalan dengan baik, tertib, dan penuh rasa hormat.
Kesopanan sendiri diartikan sebagai bentuk interaksi dengan orang lain yang ditujukan agar seseorang dapat diakui, dihargai, dan diperlakukan istimewa sesuai norma sosial yang berlaku.
Dalam kehidupan modern, etika juga berlaku di dunia digital. Etika bermedia sosial mencakup beberapa poin penting, antara lain:
-
Menggunakan bahasa yang sopan dan menghargai orang lain.
-
Menghindari penyebaran konten yang berbau SARA maupun pornografi.
-
Memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikan (share) berita atau konten.
Dengan memahami nilai, budaya, etika, dan kesopanan, baik dalam kehidupan nyata maupun media sosial, kita dapat menjaga hubungan sosial yang harmonis, sehat, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat luas.
Motivasi bagi mahasiswa keperawatan merupakan energi pendorong utama yang menggerakkan kita menuju tujuan, baik dalam pencapaian akademik maupun pengembangan diri. Tanpa motivasi, langkah terasa berat; namun dengan motivasi yang kuat, setiap tantangan dapat diubah menjadi peluang untuk belajar dan berkembang.
Ada beberapa strategi untuk meningkatkan motivasi, di antaranya:
-
Metode pengajaran yang variatif → membuat proses belajar lebih menarik dan mudah dipahami.
-
Lingkungan belajar yang positif → membangun suasana saling mendukung antar mahasiswa dan dosen.
-
Penghargaan dan pengakuan → apresiasi kecil mampu menumbuhkan semangat untuk terus maju.
Selain itu, motivasi juga berperan penting dalam pengembangan diri dan kepemimpinan. Hal ini dapat diwujudkan melalui:
-
Pembentukan karakter → disiplin, empati, dan tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan.
-
Meningkatkan kepercayaan diri → yakin pada kemampuan diri untuk memberikan pelayanan terbaik.
-
Menjadi agen perubahan → membawa inovasi, solusi, dan inspirasi bagi masyarakat serta dunia keperawatan.
Dengan motivasi yang terus dijaga, mahasiswa keperawatan bukan hanya mampu menyelesaikan studi dengan baik, tetapi juga siap menjadi perawat profesional, berintegritas, dan bermanfaat bagi sesama.

Comments
Post a Comment